Senin, 13 Agustus 2012

Pembelajaran Kelas Rangkap


BAB I
PENDAHULUAN

1.1.        Latar Belakang
Untuk mencapainya suatu kegiatan pembelajaran yang terencana dan konkret maka perlu adanya upaya-upaya yang harus dilakukan seorang guru diantaranya adalah mampu meningkatkan kualitas pendidikan  guru dan kemampuan yang profesional dalam mengajar. Dalam rangka meningkatkan kualifikasi guru di sekolah dasar, maka mahasiswa program S 1 Pendidikan Dasar Guru Kelas (PDKG) dan akta mengajar FKIP UT melaksanakan mata kuliah Pembelajaran Kelas Rangkap  yang diharapkan dengan mengikuti mata kuliah tersebut mampu meningkatkan kemampuan profesional guru sekolah dasar.
Dengan mengikuti mata kuliah Pembelajaran Kelas Rangkap  mahasiswa dapat menerapkan berbagai kemampuan/ pengetahuan baik teori maupun praktek yang diperoleh secara maksimal.


1.2.        Tujuan
Tujuan mengikuti Pembelajaran Kelas Rangkap, antara lain, supaya mampu :
1)      Menjelaskan hakikat PKR.
2)      Mengembangkan model pengelolaan dan Pembelajaran Kelas Rangkap.
3)      Mengorganisasikan kelas.
4)      Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar.

5)      Menyusun rencana PKR, serta.
6)      Menerapkan keterampilan mengajar khusus dalam PKR.

1.3.        Manfaat
Manfaat mengikuti mata Kuliah Pembelajaran Kelas rangkap adalah :
1)      Memiliki pengalaman belajar dalam menerapkan berbagai pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh melalui tindak mengajar menjadi kegiatan pembelajaran sebagai suatu yang dinamis, menarik dan menantang.
2)      Mempunyai kemampuan untuk menilai kekuatan dan kelemahan diri sendiri dalam merancang dan melakukan pembelajaran serta melakukan berbagai upaya untuk memperbaiki kekurangan dalam mengajar.
3)      Terbiasa mengambil keputusan dalam melakukan perbaikan pembelajaran berdasarkan kaidah-kaidah keilmuan yang dapat di pertanggungjawabkan.






BAB II
MATERI

2.1.            Hakikat Pembelajaran Kelas Rangkap
2.1.1.   Apakah yang Dimaksud dengan Kelas Rangkap (PKR)?
Pembelajaran Kelas Rangkap (PKR) adalah ssatu bentuk pembelajaran yang mempersyaratkan seorang guru mengajar dalam satu ruang kelas atau lebih, dalam saat yang sama, dan menghadapi dua atau lebih tingkat kelas yang berbeda. PKR juga mengandung makna, seorang guru mengajar dalam satu ruang kelas atau lebih dan menghadapi murid-murid dengan kemampuan belajar yang berbeda-beda.
2.1.2.   Mengapa PKR Diperlukan?
1)      Alasan geografis
2)      Alasan demografis
3)      Kurang guru
4)      Terbatasnya ruang kelas
5)      Adanya guru yang tidak hadir
6)      Alasan lainnya.
2.1.3.   Apa tujuan, fungsi, dan manfaat PKR?
1)      Quantity dan Equity
2)      Ekonomis
3)      Pedagogis
4)      Keamanan
5)      Keamanan

2.1.4.   Prinsip Apakah yang mendasari PKR?
PKR mengikuti prinsip-prinsip pembelajaran secara umum. Misalnya, prinsip perbedaan kemampuan individual murid yang harus diperhatikan guru, membangkitkan motivasi belajar murid, belajar hanya terjadi jika murid aktif sehingga guru harus berusaha mengaktifkan guru.
Disamping prinsip-prinsup pembelajaran secara umum, PKR mempunyai prinsip khusus sebagai berikut :
1)      Keserempakan kegiatan pembelajaran.
2)      Kadar tinggi waktu keaktifan akademik (WKA)
3)      Kontak psikologis guru an murid yang berkelanjutan
4)      Dalam PKR, terjadi pemanfaatan sumber secara efisien.
2.2.            Gambaran Pkr Yang Ideal dan Praktik yang Terjadi Di Lapangan.
2.2.1.        Bagaimanakah Praktik Mengajar Kelas Rangkap Saat Ini?
2.2.2.        Gambaran PKR yang Ideal (Yang Diinginkan).
1)      Unsur-unsur penting dalam PKR adalah :
a.       Suasana kelas hidup
b.      Proses belajar betul-betul berlangsung serempak.
c.       Guru memanfaatkan ruang kelas yang ada dengan menciptakan sudut sumber belajar (walaupun masih amat sederhana).
d.      Murid aktif.
e.       Selain menonjolkan asas kooperatif, guru juga menyelipkan kompetitif (persaingan) yang sehat.
f.       Belajar dengan pendekatan PKR yang benar itu menyenangkan.
g.      Adanya perhatian khusus bagi anak yang lambat dan cepat.
h.      Guru PKR percaya bahwa sumber belajar tidak hanya diperoleh dari sumber resmi, seperti di kantor Depdiknas atau Pemerintah Daerah.
i.        Prinsip perangkapan tidak hanya diterjemahkan dalam bentuk mengajar dua tingkat kelas atau lebih dalam satu ruangan kelas atau lebih dan dalam waktu yang bersamaan (stimulan).
j.        Mampu melepaskan diri dari mitos bahwa yang mampu mengajar adalah guru.
2)      Peranan seorang guru PKR adalah :
a.       Sebagai perancang kurikulum.
b.      Sebagai administator.
c.       Sebagi sumber informasi yang kreatif.
d.      Sebagai seorang profesional.sebagai agen pembawa perubahan.

2.3.            Model Pengelolaan dan Pembelajaran Kelas Rangkap

2.4.            Prinsip dan Model Pengelolaan PKR
2.4.1.     Model Utama PKR Murni :
-        PKR 221 : Dua kelas, Dua Mata Pelajaran, Satu Ruangan.
2.4.2.   Model Alternatif PKR Modifikasi
-        PKR 222 : Dua Kelas, Dua Mata Pelajaran, Satu Ruangan.
-        PKR 333 : Tiga kelas, Tiga Mata Pelajaran, Tiga Ruangan.

2.5.            Prinsip Didaktik-Metodik dan Prosedur Dasar PKR
Prinsip-prinsip didaktik-metodik an prosedur dasar PKR dalam kegiatan belajaran ini adalah berikut ini :
1)      Konsep-konsep pembelajaran yang relavan dan perlu diterapkan dalam PKR sehingga membentuk sistem.
2)      Keterampilan prosedural pembelajaran, khususnya berkenaan dengan membuka dan menutup pembelajaran, mendorong belajar aktif dan belajar mandiri, dan mengelola kelas PKR.
2.5.1.      Bagamaian Mengawali dan Mengakhiri Pelajaran
1)      Mengawali Pelajaran
a.       Menarik perhatian siswa.
b.      Menimbulakn motivasi
c.       Memberikan acaun belajar.
d.      Membuat kaitan atau jalinan konsepsual.
2)      Mengakhiri Pelajaran.
a.       Meninjau kemabali
b.      Mengadakan evaluasi penguasaan siswa.
c.       Memberikan tindak lajut.
2.5.2.       Bagaimana Mendorong Belajar Aktif dan Membiasakan Belajar
Mandiri.
1)      Membimbing diskusi kelompok kecil.
2)      Mengajar kelompok kecil dan perseorangan
3)      Menagdakan variasi
Untuk dapat memainkan peran-peran tersebut di atas Guru PKR perlu menguasai sejumlah keterampilan sebagai berikut :
1)      Mengadakan pendekatan secara pribadi.
2)      Menata kegiatan belajar mengajar
3)      Menagarahkan  dan memberi kemudahan belajar.
Variasi, artinya keanekaragaman. Dalam pembelajaran, keanekaragaman menyangkut gaya mengajar, media, sumber, dan pola interaksi serta kegiatan belajat mengajar.
1)      Variasi gaya mengajar
2)      Variasi media dan sumber
3)      Variasi pola interaksi dan kegiatan.
2.5.3.   Bagaimana Mengelila Kelas PKR dengan Baik.
1)      Menciptakan dan memelihara situasi kelas yang optimal.
2)      Mengendalikan kondisi belajar yang optimal.

2.6.          Aneka Model Interaksi Kelas Rangkap dalam PKR.
2.6.1.      Format atau model pembelajaran tersebut, antara lain sebagai berikut :
1)      Proses Belajar Arahan Sendiri (PBAS)
2)      Proses Belajar Melalui Keria Sama (PBMKS) yang meliputi :
a.       Olah Pikir Sejoli (OPS)
b.      Olah Pikir Berebut (OPB)
c.       Konsultasi Intra Kelompok (KIK)
d.      Tutorial Teman Sebaya (TTS)
e.       Tutorial Lintas Kelas (TLK)
f.       Diskusi Meja Bundar (DMB)
g.      Tugas Diskusi dan Resitasi (TDR)
h.      Aktivitas Tugas Tertutup (ATTu)
i.        Aktivitas Tugas Terbuka (ATTa)


2.6.2.      Bagaimana Memelihara Suasana Kelas
1)     Memelihara disiplin kelas.
2)      Menciptakan dan memelihara suasana kelas yang menarik.
3)      Selalu sadar dan merasa terikat oleh tujuan belajar yang telah dirumuelah erasa terikat oleh tujuan belajar uti :
3)      gai berikut :
3)      mber, dan pola interaksi serta kegiatan belajat mengajarskan.

2.7.          Penataan Ruangan kelas.
2.7.1.      Penataan Ruang
1)      Penataan fisik kelas
a.       Daerah pajangan
b.      Kemudahan bergerak
c.       Sinar
d.      Panas dan ventilasi
e.       Papan tulis
f.       Bangku dan kursi
g.      Meja guru
h.      Sudut aktifitas
2)      Pengaturan denah ruang kelas
Ada beberapa pertimbangan yang perlu diperhitungkan sebelum anda memutuskan denah kelas mana yang akan anda ciptakan.
a.       Bentuk Kegiatan Belajar (BKB) apakah yang pada umumnya berlangsung di kelas anda?
b.      BKB apakah yang sekarang ingin anda laksanakan?
c.       Apakah anda akan melangsungkan kegiatan belajar dalam bentuk Proyek Kelompok?
d.      Apakah akan ada murid yang menjadi Tutor Kakak atau Tutor Sejawat?
e.       Apakah anada akan menghadapi murid orang per orang atau kelompok kecil atau kedua-duanya?
f.       Apakah anda menginginkan agar murid anda mampu belajar mandiri dengan sedikit saja campur tangan dari anda?
3)      Mengatur Pajangan
Beberapa contoh pajangan adalah seperti berikut :
a.       Anda dapat menggunakan papan sebagi tempat untuk menempelkan pajangan baik yang dibuat oleh murid atau oleh guru. Papan pajangan ini hendaklah berfungsi sebagai alat pengajaran, yaitu untuk :
-        Memberikan informasi;
-        Memamerkan katya murid;
-        Menampilkan soal atau teka-teki;
-        Mendorong murid untuk berkerja sama.

2.8.            Pengorganisasian Murid
2.8.1.      Kelompok Belajar
1)      Bagaiamana cara membentuk kelompok belajar?
a.       Kelompok belajar berdasarkan persamaan kemampuan.
b.      Kelompok berdasarkan kemampuan yang berbeda.
c.       Pengelompokan sosial.
2)      Bagaimana merencanakan kegiatan kelompok belajar?
a.       Menentukan bagaiman cara murid bekerja sama.
b.      Menentukan program pelatihan bai pengembangan keterampilan bekerja sama.
c.       Memberikan tugas yang dapat dihasilkan oleh kelompok.
3)      Bagaimana cara meningkatkan keterampilan belajar kelompok?

2.8.2.      Bagaimana Memaksimalkan Pemanfaatan Sumber Belajar Yang Ada Agar Para Murid Dengan Belajar Mandiri.
1)      Bagaimana memanfaatkan pusat sumber belajar
a.       Mengembangkan keterampilan atau konsep
b.      Menempatkan semua lembar kerja, permainan, diagram, hasil praktikum, laporan dan hasil karya lainnya di  suatu tempat dimana murid lain dapat belajar dengan cara belajar mandiri.
c.       Mengembangkan beberapa bentuk penyimpanan sehingga baik guru maupun murid dapat menghabiskan waktunya untuk belajar di PSB.
2)      Tutor sebagai organisator kelas
a.       Efisiensi waktu sangant rendah
b.      Materi yang diberikan sangat sedikit.
3)      Bagaiman cara memilih dan mempersiapkan tutor?
a.       Tutor sebaya
b.      Tutor kakak
c.       Tutor dari masyarakat.
d.      Penjaga sekolah sebagai tutor.

Keuntungan digunakan tutor adalah sebagai berikut :
a)      Memupuk rasa kerja sama dan saling membantu.
b)      Meningkatkan kemampuan baik bagi tutor maupun murid yang ditutori.
c)      Membentuk rasa bangga pada diri anak/ orang yang menjadi tutor.
d)     Menjadi teladan bagi murid dan masyarakat lainnya.
e)      Bagi murid yang ditutori akan lebih mudah karena tutor akan menjelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami (bahasa anak)
f)       Mengimbaskan/ menularkan kemampuan yang dimiliki tutor yang selama ini hanya diguakan untuk dirinya sendiri.
g)      Murid-murid yang terlambat dapat terbimbing secara individual.
h)      Kurangnya sumber belajar disekolah dapat teratasi dengan adanya tutor dari masyarakat.

2.9.            Disiplin Kelas.
2.9.1.   Apa yang dimaksud dengan ARK?
Aturan Rutin Kelas (ARK) adalah aturan-aturan dan prosedur yang dirumuskan oleh guru serta dimengerti oleh murid untuk mengatur kegiatan dan prilaku sehari-hari “ (Ian Collingwood, h. 79), terutama dalam kegiatan belajar.
2.9.2.   ARK  bagaimana yang harus anda persiapkan bagi anda sendiri?
1)      Papan tulis
2)      Alat tulis
3)      Sumber bahan
4)      Tutor
Berikut ini ada beberapa contoh ARK yangbhiasa memotivasi murid, diantaranya :
1)      Bagaimana murid mengetahui tugas yang harus mereka kerjakan?
2)      Bagaiman buku dan bahan belajar dibagikan, dikumpulkan atau disimpan?
3)      bagaimana murid mengetahui apa yang harus mereka lakukan apabila memerlukan bantuan guru dan tutor?
4)      Bagaimana murid mengerjakan tugas sesuai dengan instruksi?
2.9.3.   Apa yang dimaksud dengan “kegiatan siap” atau stand by?
 Berikut ini adalah uraian tentang bagaimana Kegiatan Siap (KS) digunakan dalam pembelajaran :
1)      Pembelajaran secara klasikal
Prmbelajaran klasikal dalam PKR dapat digunakan, antara laian dalam hal berikut ini :
a.       Pengajaran percakapan
b.      Pengajaran bercerita
c.       Pelajaran olahraga
d.      Pelajaran kesenian
e.       Sudut lingkungan
f.       Prestasi kelas.
2)      Pembelajaran individu
3)      Pembelajaran dalam kelompok
Berikut ini cara-cara pembelajaran dalam Kelompok Belajar :
a.       Kelomppok belajar campuran
b.      Kelompok sama kemampuan (Achievement level)
c.       Kelompok sosial.
















BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Praktik PKR di lapangan masih banyak yang menyimpang oleh gambaran PKR yang ideal. Pembelajaran berlangsung secara bergillir sehingga banyak waktu yang terbuang.
Beberapa butir penting dari PKR :
1.      Hakikat pengelolaan PKR
2.      Pengelolaan PKR yang efektif.
3.      Tuntutan untuk guru dalam melakukan PKR.
4.      3 model PKR
5.      Kekuatan dan kelemahan PKR.
Pokok-pokok uraian pada Kegiatan belajar (KB) :
1.      Proses belajar aktif dan belajar mandiri
2.      Penguasaan dan penerapan guru
3.      Bimbingan guru PKR
4.      Keterampilan dan pendekatan dalam PKR
5.      Keterampilan menerapkan variasi.
Model PBMKS mencakup model atau bentuk belajar  : olah pikir sejoli, olah pikir berebut, konsultasi intra kelompok, tutorial teman sebaya, tutorial lintas usia, diskusi meja bundar, tugas diskusi dan resitas, aktivatas tugas tertutup dan aktivitas tugas terbuka.



Inti pengorganisasian kelas terutama terletak pada :
a.       Kemampuan guru menata denah ruang kelas, antara lain yang berhubungan dengan meja, papan tulis, sumber belajar, tempat penyimpanan bahan dan alat dan pajangan kelas.
b.      Memanfaatkan hasil karya murid untuk dipajangkan dan ini akan meningkatkan karsa dan karya murid.
Belajar mandir5i adalah pendidikan yang menekankan pada inisiatif individu dalam belajar.
Aturan Rutin Kelas (AKR) dan Kegiatan Siap (KS) merupakan kegiatan yang dapat diciptakan seorang guru PKR untuk mengatasi kesulitan dan mendisiplinkan belajar murid.












BAB IV
DAFTAR PUSTAKA

Anderson, L.W (1973). Time and School Learning Unpublished Ph.D dissertation. University of Chicago.

Barbara, N and Tudges  L (2001). The influence Elementary School Class Size Ninth Grade Math Test Scores. Journal of Experimental Education. Vol 69 PP. 218-233.

Dahar, RW (1989). Teori-teori Belajar. Jakarta.

Dahar, RW. (1989). Sodia Science. Utah State University Press.

Colling Wood Lan (1991) Multiclass Teaching in Primary School. Unesco.

Delamont Sara.(1983). Interction in The Classroom (Second Ed). London and New York.

2 komentar:

Nur Cholist mengatakan...

Tulisan bagus. Buat nambah referensi. Thankz.

Ucup Ngadiono mengatakan...

Ya, sama - sama semoga bermanfaat :)

Poskan Komentar

 
;