Senin, 13 Agustus 2012

Pemantapan Kemampuan Mengajar


A.    PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang
Peraturan pemerintah No. 16 tahun 2007 tentang standar kualifikasi akademik dan kompetensi guru.
Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional yang terbaru telah disyahkan Presiden pada tanggal 8 Juli 2003, PP No. 19 Tahun 2005 mengintruksikan Sekolah dan Komite Sekolah mengembangkan Rencana Pelaksaanaan Pembelajaran dan Silabus berdasarkan Kompetensi Dasar dan Standar Kompetensi Lulusan. Undang-Undang tentang System Pendidikan Nasional yang baru ini sarat dengan tuntunan yang cukup mendasar karena, “harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu serta relevansi dan efisiensi manajeman pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional dan global” salah satu upaya yang segera dilakukan untuk memenuhi tuntutan tersebut adalah ”pembaruan pendidikan secara terencana, terarah dan berkesianambungan”.

Upaya pembaruan pendidikan secara terencana, terarah, dan berkesinambungan dapat terlaksana dan berjalan dengan baik apabila seseorang guru mampu meningkatkan dan mengembangkan kualitas dan kualifikasinya. Peningkatan kualitas dan kualifikasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemampuan professional guru guna menghasilkan generasi yang lebih baik dari hari esok.
Mengingkat profesi mengajar merupakan pekerjaan yang tidak mudah dilakukan. Mengajar bukanlah sekedar kegiatan rutin dan mekanis. Dalam mengajar terkandung kemampuan, menganalisis kebutuhan siswa, mengambil keputusan apa yang harus dilakukan, merancang pembelajaran yang efektif dan efisien, mengaktifkan siswa melalui motivasi ekstrinstik dan instrinsik, mengevaluasi hasil belajar, serta merevisi pembelajaran berikutnya agar lebih efektif dan dapat mengingkatkan prestasi belajar siswa, dengan demikian mengajar merupakan kegiatan manajerial yang harus dapat dilakukan secara professional. Bahkan mengajar bukan sekedar kegiatan manajerial yang berdampak untung dan rugi saja, seperti kegiatan dalam dunia bisnis.
Berhubung seorang guru sebagai mahasiswa program S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Terbuka (FKIP UT) dalam melakukan kegiatan pembelajaran dipandang perlu melaksanakan Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM). Melalui PKM guru dilatih dan dibekali dengan kebiasaan mempersiapkan, merancang, melaksanakan, mengevaluasi dan memperbaiki pemgbelajaran di sekolah berdasarkan keilmuan dan kependidikan keguruan yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM) merupakan program untuk melatih mahasiswa sebagai seorang guru dalam mengelola pembelajaran yang efektif dan efisien. Dengan melakukan Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM) diharapkan seorang guru mampu meningkatkan kualifikasi pendidikan di tingkat Sekolah Dasar dan mampu meningkatkan kemampuan professional guru.
Merupakan akhir dari pelaksanaan Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM), mahasiswa diwajibkan membuat laporan PKM. Laporan PKM disusun sebagai salah satu syarat dalam menempuh ujian mata kuliah Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM) PDGK 4209 program S1 PGSD FKIP Universitas terbuka.

2.      Tujuan Mengikuti PKM
Adapun tujuan mengikuti PKM adalah :
1.      Untuk mengenal karakteristik dan kebutuhan belajar peserta didik dalam mempersiapkan pembelajaran;
2.      Untuk mengetahui cara menyusun rencana pembelajaran dengan menerapkan prinsip-prinsip pembelajaran dan keilmuan bidang studi dengan tepat sesuai kurikulum yang sedang berlaku (KTSP 2006);
3.      Untuk mengetahui bagaimana melaksanakan pembelajaran secara efektif dengan berpedoman pada rencana pembelajaran yang telah dilakukan sebelumnya;
4.      Untuk mengidentifikasi kelebihan dan kelemahan dalam mengajar melalui refleksi;
5.      Untuk memperbaiki kegiatan pembelajaran berikutnya dengan memperhatikan hasil evaluasi pembelajaran yang telah dilakukan sebelumnya;
6.      Untuk mempertanggungjawabkan keputusan dan tindak pembelajaran yang dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip keilmuan dan moral yang diacunya.

3.      Manfaat Mengikuti  Mata Kuliah PKM
Setelah mengikuti seluruh proses pembelajaran mata kuliah PKM, mahasiswa sebagai seorang guru memperoleh manfaat yang sangat baik. Adapun manfaat mata kuliah PKM antara lain :
a.       Punya pengalaman belajar untuk menerapkan berbagai pengetahuan dan pengalaman yang di dapatnya melalui mengajar yang di praktekannya yaitu kegiatan pembelajaran menjadi dinamis menarik dan menantang bukan hanya untuk mahasiswa sebagai guru, tetapi juga untuk peserta didik;
b.      Mempunyai kemampuan dalam menilai kekuatan serta kelemahan diri sendiri dalam merancang dan melakukan kegiatan pembelajaran;
c.       Upaya memperbaiki kekurangan dalam proses pembelajaran (KBM) juga mempunyai kemampuan dalam menilai kekuatan dan kelemahan diri sendiri dalam merancang serta melakukan pembelajaran.
d.      Memperoleh pengalaman dalam menerapkan berbagai pengetahuan, strategi serta metode dalam kegiatan pembelajaran;
e.       Dapat terbiasa mengambil keputusan dan melakukan perbaikan pembelajaran kaidah-kaidah keilmuan yang dapat di pertanggungjawabkan.
  

BAB II
TEMUAN DALAM PEMBELAJARAN

A.    Kelemahan Dalam Pembelajaran
1.      Kurang menguasai materi
Tetapi tidak semua bidang study ada diantaranya materi yang sukar untuk dikuasai, contohnya PKN dan Matematika
Alasannya : Karena penjabaran materinya terlalu luas sehingga dalam menyampaikan kepada anak kadang-kadang tidak sesuai dengan tujuan pembelajaran.
2.      Kadang anak dalam materi tidak di mengerti karena terlalu luas anak menjadi jenuh dan perhatiannya kabur.
3.      Dalam menyampaikan materi, kadang kita keluar dari jalur tujuan pembelajaran yang sebenarnya.
4.      Siswa enggan untuk berhadapan dengan pelajaran matematika.

B.     Diagnosis Penyebab Kelemahan
1.      Guru terjebak pada situasi pembelajaran yang membosankan siswa.
2.      Karena di bekali penalaran deduktif dalam pembelajaran siswa kurang terangsang untuk berusaha memecahkan masalah sendiri.
3.      Proses penalaran induktif dapat di lakukan pada awal pembelajaran dan kemudian dilanjutkan dengan proses penalaran deduktif untuk menguatkan pemahaman yang tidak dimiliki oleh siswa.

C.    Kelebihan Dalam Pembelajaran
1.      Menguasi kelas
2.      Ada beberapa materi yang di kuasai sepenuhnya.
3.      Siswa senang ketika belajar contohnya pelajaran SBK.
4.      Dapat menciptakan situasi pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan.
5.      Siswa senang ketika kita masuk ke dalam kelas.

D.    Analisis Penyebab Kelebihan
1.      Bagaimana upaya kita dalam meningkatkan minat siswa dalam pembelajaran.
2.      Bagaimana cara kita dalam memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar.

E.     Temuan Hal Unik Selama Proses Pembelajaran
1.      Menemukan siswa yang ingin di perhatikan secara khusus
2.      Ada siswa yang lemah dalam pembelajaran sehingga ketika di Tanya pembelajaran saat itu jawabannya siswa ngelantur, menimbulkan gelak tawa temannya,
3.      Ada siswa setiap pembelajaran selalu mengantuk
4.      Ada siswa yang selalu keluar masuk kamar kecil.
5.      Ketika hari-hari efektif ada siswa yang membawa adiknya kelas karena di suruh orang tuannya.

F.     Rencana Perbaikan.
1.      Meningkatkan kinerja kita
2.      Anak di bawa terjun langsung untuk melakukan pembelajaran pada objek yang nyata.
3.      Merangsang gairah belajar siswa yang tadinya merasa jenuh di dalam kelas kini berhadapan dengan dunia nyata.
4.      Meningkatkan kemampuan dan keterampilan siswa
  
BAB III
KESIMPULAN

A.    Rangkuman Temuan Kelemahan
1.      Kurang menguasi materi
2.      Materi terlalu luas
3.      Materi keluar dari tujuan pembelajaran
4.      Siswa malas belajar matematika

B.     Rangkuman Penyebab Kelemahan.
1.      Terjebak pada situasi pembelajaran yang membosankan.
2.      Penalaran induktif lebih baik di berikan pada siswa di awal pembelajaran dilanjutkan pada penalaran deduktif.

C.    Rangkuman Teman Kelebihan
1.      Menguasai kelas
2.      Menguasai materi
3.      Siswa senang ketika belajar
4.      Menciptakan situasi pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.


D.    Rangkuman Penyebab Kelebihan
1.      Meningkatkan minat siswa dalam pembelajaran.
2.      Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar.

E.     Rangkuman Perbaikan.
1.      Meningkatkan kinerja kita.
2.      Anak di bawa terjun langsung dalam pembelajaran pada objek yang nyata.
3.      Merangsang gairah belajar siswa.
4.      Meningkatkan kemampuan dan keterampilan siswa.


DAFTAR PUSTAKA
Peraturan Pemerintah No.16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi akademik dan Kompetensi guru.
Departemen Pendidikan Nasional 2002 Tentang Standar Kompetensi Guru Kelas SD / Mi
Coper, JM, Dkk. 1997 Classroom Teaching Skills.
A. Handbool. Massachusetts : D.C. Heats and Company
Tim FKIP-UT. 1987. Alat Penilaian Kemampuan  Guru (APKG). Jakarta : FKIP-UT

0 komentar:

Poskan Komentar

 
;