Rabu, 15 Agustus 2012

قصه قصيرة " ين فصل الوطن تنفصل الطريق"


ABSTRAKSI

قصه قصيرة  "  ين  فصل الوطن تنفصل الطريق"
 لليلى عثمان
دراسه تحليليه داخليه

وضعته

ايئيس اسماواتي



Penelitian ini bertujuan untuk: Pertama, Mengetahui unsur-unsur intrinsik cerpen Yanfasilul Wathon Tanfasilul Thori. Kedua, Memperoleh kesatuan organis cerpen Yanfasilul Wathon Tanfasilul Thoriq.
Subjek penelitian ini adalah cerpen Yanfasilul Wathon Tanfasilul Thoriq karya Layla Usman yang antologi cerpennya berjudul La Yuslih Lil Hubb dibukukan pada tahun 2002, Yanfasilul wathon tanfasilul thoriq adalah salah satu cerpen modern karya Layla Usman, cerpen tersebut bercerita tentang perjuangan seorang anak pejabat untuk mendapatkan hak kebebasan sebagaimana teman-temannya yaitu naik biskota, namun keinginan itu tidak terpenuhi karena prinsip keluarga yang selalu menganggap bahwa pengekangan merupakan suatu ajaran untuk menerapkan hidup disiplin.
Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode structural murni yang menitik beratkan pada pendekatan  objektif, yaitu dengan mencari dan menganalis unsur-unsur intrinsik cerpen yang terdiri dari tema, fakta cerita, sarana cerita, dan keterkaitan antar hubungan unsur-unsur yang membangun struktur cerpen yanfasilul wathon tanfasilul thoriq. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukan bahwa:
Unsur intrinsik yang terdapat dalam cerpen yanfasilul wathon tanfasilul thoriq adalah alur, tokoh, latar, tema, sudut pandang, dan gaya bahasa. Adapun tema dalam cerpen ini terdapat tiga tema minor dan satu tema mayor yaitu harapan dan cita-cita tidak mesti menjadi kenyataan Karena manusia hanya bisa berdo’a, berusaha dan hanya mampu merencanakan karena dibalik semua itu ada yang lebih berkuasa untuk menentukan segala sesuatu yaitu Tuhan.
Tokoh yang mendukung hadirnya cerita pendek ini adalah ghonimah dan supir pribadinya ghonimah. Adapun teknik pelukisan tokoh dalam cerpen ini adalah teknik expositoris dan percakapan. Sedangkan seting dalam cerpen ini terdapat tiga seting yaitu tempat, waktu dan suasana. Plot dalam cerpen ini terdapat empat tahap yaitu pelukisan awal cerita, pertikaian, klimaks dan penyelesaian. Mengingat objek kajian ini adalah cerita pendek, maka dalam cerpan ini hanya terdapat satu klimaks. Dari keempat teknik tersebut terdapat satu teknik pengaluran yaitu backtracking.
Adapun sarana sastra dalam cerpen ini adalah sudut pandang dan gaya bahasa. Dalam cerpen ini ada tiga sudut pandang yaitu persona ketiga dan campuran, tapi yang mendominasi cerita adalah sudut pandang ketiga “dia” tokoh utama. Ketertarikan pembaca semakin didukung oleh gaya bahasa yang dipakai dalam cerpen ini yaitu perumpamaan, hiperbola, eritosis, personifikasi dan anitesis.
Kesatuan organisnya yang terdapat dalam cerpen yanfasilul wathon tanfasilul thoriq terjalin dengan baik. Ketiga unsure utama dalam cerita yaituu antara tema dengan fakta cerita, antara tema dengan sarana cerita dan antara tokoh dengan tema saling mendukung dan terjalin. Tema dari cerpen ini di bangun oleh konflik tokoh utama yaitu “ghonimah” keengganan golongan atas untuk berkumpul dengan golongan bawah, yang memunculkan tema utama yaitu sebuah harapan dan cita-cita tidak mesti menjadi kenyataan karena manusia hanya bisa berdo’a, berusaha dan hanya mampu merencanakan tetapi dibalik semua itu ada yang lebih berhak untuk menentukan segala sesuatu yaitu Tuhan. 































0 komentar:

Posting Komentar

 
;